peranan surveilans di masa pandemi covid 19
Kesimpulan
Peranan Surveilans di Masa Pandemi Covid
19
Surveilans
merupakan core pananganan dan dapat menjadi barisan terdepan
dalam usaha pencegahan dan penanggulangan Pandemic Covid 19 (surveillance for
action):
- Suveilans
menjadi kegiatan utama sebelum kasus covid 19 ditemukan, yakni merupakan
metoda yang diterapkan dengan ketat untuk mendata, menganalisa dan
mengawasi semua orang dan barang, lingkungkan yang potensial menjadi
sumber penularan penyakit yang datang/berasal dari daerah terjangkit, membuat
rekomendasi persiapan yang harus dilakukan sesuai data/informasi
surveilans lapangan seperti menyusun team, FGD dengan ahli, melakukan
pelatihan/simulasi pencegahan dan penanggulangan pandemic, mengadakan
koordinasi dan konsolidasi dengan kab/kota, dsb., dan orang-orang
yang teridentifikasi diinvestigasi dan diharuskan melakukan karantina diri
selama 14 hari.
- Pada
saat kasus sudah ada, tidak terdeteksi sebelumnya di pintu masuk negara
karena berbagai alasan, maka orang yang dikonfirmasi positif menderita
covid 19 dilakukan isolasi dan dilakukan perawatan sesuai SOP serta orang
yang merupakan kontak erat penderita diinvestigasi seluruhnya (100%)
dicatat identitas dan domisilinya, diberikan konseling, di lakukan tes
cepat serta dipantau kondisi kesehatannya selama 14 hari ke depan. Melaui
konsep surveilans selanjutnya dapat melakukan pemodelan untuk mengestimasi
durasi pandemic dan memperkirakan prevalensi serta sebaran kasus sehingga
dapat melakukan kesiapsiagaan yang rasional untuk mempersiapkan segala
seuatu kebutuhan seperti penunjukan rumah sakit darurat dan rumah sakit
rujukan, tenaga medis dan paramedis terlatih, APD, kebutuhan perawatan
penderita termasuk handling spesimen. Berdasarkan hasil surveilans, dapat
dinformasikan kepada masyarakat tentang cara-cara yang efektif mencegah
penularan virus corona, dan pemerintah daerah dapat mengambil
langkah-langkah strategis dalam pemeberlakuan perlindungan social,
lingkungan dan perekonomian rakyat yang tidak hanya sekedar mencontoh.
- Kasus
menjadi banyak dan menyebar, hal ini mengindikasikan langkah dan tindakan
pencegahan/poteksi yang tidak optimal sebelumnya. Terdapat celah lebar
bagi virus corona untuk menular diantara penduduk. Bila sudah terlanjur,
maka perlu tindakan yang lebih cepat, luas dan menyeluruh menjangkau
segala aspek yang berhubungan dengan penyebaran virus, dan tentunya akan
menghabiskan anggaran yang besar. Untuk biaya yang bersifat langsung harus
dialokasikan untuk menyedikan fasilitas RS, ruangan dan prasarana
perawatan, biaya perawatan penderita, konsumsi, transport penderita,
pembelian APD bagi petugas kesehatan, pasien/PDP, ODP, OTG dan masyarakat
rentan, alkes untuk pengambilan, dignostik dan transport specimen (Rapid
test, RT-PCR), dsb. biaya tidak langsung adalah berupa bantuan social
dalam bentuk subsidi/tanggungan seluruh biaya mencukupi kebutuhan pokok
untuk perlindungan hidup bagi masyarakat terdampak. Apabila kasusnya
semakin banyak dan menyebar luas serta pandemic berlangsung lama, dapat
berpotensi membuat kebangkrutan pemda maupun rakyat, bencana kelaparan
dapat terjadi dan penyakit-penyakit lain meningkat karena kurang terurus
selama ini. Pada kondisi ini, maka peran surveilans sangat sentral
untuk dioperasikan guna mengetahui dan memperkirakan jumlah dan
sebaran kasus, dan menyediakan data untuk menghitung kebutuhan sumber daya
dan dana bagi penanggulangan Covid 19 di suatu wilayah.
- Pada
kondisi ini, peran surveilan adalah memastikan telah tidak ada lagi kasus
baru setelah 2 kali masa inkubasi dari kasus terakhir. Yang kemudian
disebut sebagai tahap Rehabilitasi setelah Pandemi Covid 19 berakhir. Hak
untuk mengetahui permasalahan yang timbul akibat Pandemi Covid 19 bukan
hanya untuk generasi sekarang yang langsung mengalami kejadiannya,
melainkan harus juga menjadi hak untuk memperoleh informasi pembelajaran
dan ilmu bagai generasi mendatang. Peran surveilans sangat sentral
terutama untuk memastikan bahwa pandemic benar-benar telah berakhir,
dampak kesehatan yang telah ditimbulkan berupa besaran angka serangan
terhadap penduduk rentan (attack rate) dan angka
kematian (case fatality rate) serta luasnya
masalah yang ditimbulkan melalui gambaran wilayah yang terpapar pandemic
Covid 19, juga tingkat pathogenitas dan virulensi virus corona untuk
meningkatkan kehati-hatian. Dengan data yang lebih lengkap surveilans
dengan bantuan ahli lainnya, dapat membantu mengestimasi dampak social,
ekonomi dan kemanan yang dirugikan selama pandemic berlangsung, sehingga
dapat meningkatkan kewaspadaan pemerintah dan masyarakat kedepannya
Menurut World Health
Organization (WHO), surveilans kesehatan masyarakat adalah proses pengumpulan,
analisis, interpretasi yang berkesinambungan dan sistematis dari data terkait
kesehatan yang diperlukan. Data tersebut diperuntukkan bagi perencanaan,
implementasi, dan evaluasi praktik kesehatan masyarakat. Terdapat beberapa peran
surveilans.
1. 1. sebagai peringatan dini untuk keadaan darurat
kesehatan yang akan datang. Artinya, surveilans berfungsi untuk memberi
peringatan berdasarkan data-data atau prediksi yang dibuat. Hal ini dilakukan
sebelum terjadinya suatu wabah ataupun sebelum wabah tersebut menjadi lebih
parah pada suatu daerah.
2. 2. mendokumentasikan
dampak intervensi atau melacak perkembangan tujuan program yang hendak dicapai.
Selama masa intervensi, surveilans berfungsi untuk mengumpulkan data-data
perkembangan program yang sedang dilakukan. Program yang dimaksud berhubungan
dengan penanganan yang dilakukan.
3. 3. Fungsi yang ketiga adalah
memantau dan mengklarifikasi masalah kesehatan secara epidemiologi. Hal ini
berguna dalam penetapan prioritas pemecahan masalah atau solusi. Selain itu,
pemantauan juga bertujuan untuk menginformasikan kebijakan dan strategi
kesehatan masyarakat.
Dalam melaksanakan
upaya surveilans pada masa pandemi global saat ini, pengawasan dilakukan secara
terstruktur dan menghubungkan semua negara. Pengawasan dilakukan melalui
jaringan yang menghubungkan bagian-bagian sistem kesehatan nasional dengan
beberapa pihak terkait. Pihak tersebut meliputi media, organisasi kesehatan,
laboratorium, dan lembaga yang berfokus dalam penangangan covid-19. Jaringan
tersebut telah tetapkan oleh WHO, dimana jaringan laboratorium, serta pusat
medis regional, nasional, dan internasional ada dalam jaringan pengawasan ini.
Keberhasilan suatu upaya pencegahan dan penanganan penyakit tergantung pada
tingkat keefektivan surveilans kesehatan masyarakat.Terdapat beberapa hal yang
perlu diperhatikan agar surveilans dapat berjalan secara efektif. Agar berjalan
dengan baik, diperlukan upaya deteksi dan pemberitahuan yang cepat.
Selanjutnya, dibutuhkan pengumpulan dan konsolidasi data terkait. Ada pula investigasi
dan konfirmasi dari wabah yang sedang berlangsung.
Komentar
Posting Komentar